DLH PPU,Optimis Meraih Kembali Piala Adipura
2 min read
Foto DLH PPU bersama DLH Provinsi dan Tim Pemantau KLH
PENAJAM-Penilaian Adipura tahun 2025 ini memiliki konsep yang berbeda dengan penilaian tahun-tahun sebelumnya. Yang mana tahun ini terdapat Kategori Kota Terkotor dan penambahan kriteria penilaian meliputi kebijakan dan anggaran dalam pengelolaan persampahan,sumber daya manusia, sarana prasarana persampahan, dan implementasi pengelolaan persampahan. Untuk mengetahui kondisi pengelolaan persampahan dilakukan pemantauan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dua orang perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) RI dan Satu orang perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi telah melakukan pemantauan lapangan terhadap 26 titik pantau Adipura di Kabupaten Penajam Paser Utara, didampingi langsung oleh Kepala DLH, Sekretaris dan Jajaran Kepala Bidang serta beberapa Staf DLH. Adapun lokasi titik pantau tersebut meliputi TPS-3R,Bank Sampah Induk, TPA , Perkantoran, Pemukiman, Sekolah, Pasar, Pertokoan, Bank Sampah Unit, Rumah Sakit, Pelabuhan, Jalan, Pantai, dan Sungai. Kepala Dinas LH, Safwana menjelaskan bahwa PPU termasuk dalam empat kota yang tidak mendapatkan teguran dari KemenLH terkait kebersihan kota. Kendati demikian pihaknya tidak tahu apakah teguran tersebut menjadi tolak ukur penilaian kota terkotor.
Kepala Dinas LH PPU, Safwana menjelaskan beberapa titik pantau seperti Bank Sampah Unit (BSU), yang tahun sebelumnya sudah pernah dinilai maka tahun ini tidak boleh dijadikan titik pantau kembali, meskipun demikian tidak menjadi kendala bagi DLH karena terdapat ratusan BSU yang tersebar di PPU.
Dari hasil penilaian kemarin, yang memiliki bobot nilai terbesar adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) .Menurut Kepala Dinas LH, TPA Buluminung tidak menggunakan metode Open Dumping melainkan metode Controlled Landfill .
Setelah selesai mendampingi Tim Pemantau mengunjungi 26 titik pantau, Safwana optimis Penajam Paser Utara bisa kembali meraih Penghargaan Adipura kategori Kota Kecil seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Saya optimis dengan dukungan masyarakat dan stakeholder terkait kita akan tetap mendapatkan Adipura “, ucapnya.
“Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita tetap bersih dengan melakukan pemilahan sampah dari hulu ke hilir dan menaati peraturan pengelolaan persampahan yang berlaku”, tutupnya. (RDN-DLH)
